PagelaranWayang Orang RAMAYANA "Sang Dewi Shinta" yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation sukses dilaksanakan pada tanggal 7 November 2015, bertempat di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Pagelaran Wayang Orang berlakon RAMAYANA dengan cerita SANG DEWI SHINTA ini sebagian besar tokohnya diperankan oleh Para Alumni SMA 6
SyairResi Walmiki untuk Dewi Sinta (Cerita Ramayana) " Ditepi sungai itu, Dewi Sinta menceritakan riwayat hidupnya kepada Walmiki. Hidupnya begitu sengsara, terlunta-lunta seorang diri di dalam rimba. Dalam naungan kasih Dewi Sinta, dari tahun ke tahun, Rama Batlawa dan Ramakusya belajar dengan banyak bertanya kepadanya. Langit di luar dan
RingkasanCerita Wayang Ramayana. Rama mematahkan busur Dewa Siwa saat sayembara memperebutkan Dewi Sita. Prabu Dasarata dari Ayodhya. Wiracarita Ramayana menceritakan kisah Sang Rama yang memerintah di Kerajaan Kosala, di sebelah utara Sungai Gangga, ibukotanya Ayodhya. Sebelumnya diawali dengan kisah Prabu Dasarata yang memiliki tiga
Vay Nhanh Fast Money.
Seorang pria memakai kostum sebagai Rahwana di perayaan. Siapa yang tidak kenal dengan kisah Hindu "Ramayana"? Di India, Ramayana adalah salah satu dari dua teks Hindu utama selain Ramayana menceritakan seorang awatara Wisnu, Sri Rama, yang mengasingkan diri dari kerajaan Ayodhya dan perjuangannya bersama adiknya, Laksamana, dan Hanoman, menyelamatkan istrinya, Dewi Sita Sanskerta सीता; Sītā, juga dieja Shinta, dari Rahwana di Alengka. Akhirnya, Sri Rama keluar sebagai pemenang dan kembali ke Ayodhya untuk memerintah bersama temurun, tokoh Rahwana kerap menjadi bahan kontroversi di dunia sastra. Memandang dari sisi lain, Rahwana memiliki kisah dan adab tersendiri yang ternyata... tidak sejahat yang dikira! Bahkan, meskipun terlihat jahat, tokoh yang diberi gelar "Dasamuka" atau "Muka Sepuluh" ini termasuk tokoh terpelajar!Mengesampingkan kisahnya menculik Sita hingga membunuh Jatayu, inilah fakta-fakta menarik mengenai Raja Raksasa Dasamuka dari Alengka, Prabu Rahwana dipuja baik di Sri Lanka dan India. Meskipun dipandang sebagai tokoh antagonis, di Sri Lanka, Rahwana dianggap sebagai seorang pemimpin yang bijaksana! Tetapi, ia tetap tidak dipuja layaknya dewaPatung Rahwana. Rahwana adalah putra dari resi Wisrawa dan asura iblis betina Kaikesi. Wisrawa sendiri adalah anak dari Pulastya, salah satu dari Prajapati atau sepuluh putra Dewa Brahma, sehingga menjadikan Rahwana "cicit" Brahma! Bahkan, Sri Rama memuji Rahwana sebagai "Mahabrahmana", karena ia harus melakukan upacara Ashwamedha Yagna untuk membunuh RahwanaRahwana. Rahwana melakukan puja untuk Setu yang dibangun oleh Rama dan pasukan wanara, sekaligus memberkatinya juga karena hanya dialah Pandit yang paling terpelajar yang ada saat itu!Rahwana. Mengapa Rahwana terlihat memiliki 10 muka atau Dasamuka? Beberapa versi Ramayana mengatakan bahwa kalung sembilan mutiara pemberian ibunya menyebabkan ilusi penglihatan. Versi lain mengatakan bahwa untuk menyenangkan Batara Siwa, Rahwana memotong kepalanya sendiri menjadi beberapa bagian, tetapi pengabdiannya membuat setiap kepala berkembang menjadi kepala yang Bukan cuma Rama, ternyata Rahwana pernah dikalahkan oleh Raja Wanara, Subali atau Bali! Rahwana menantang Bali yang tengah bermeditasi. Karena kesal, Bali mengalahkan Rahwana dan mengetekinya selama 6 bulan! Rahwana sampai memohon untuk dilepaskan dan mengakui Bali sebagai makhluk terkuat di Bumi. Bali akhirnya dibunuh oleh Sri RamaRaja Wanara, Bali. Meskipun sedang meregang nyawa, Rahwana masih mampu mengajar! Sri Rama menyuruh Laksmana duduk di sebelah Rahwana yang menghadapi sakratulmaut, dan sang Raja Raksasa mengajari adik Sri Rama tentang tata negara dan diplomasi agar tidak jatuh di kesalahan yang sama dengannyaKematian Rahwana disaksikan oleh Rama dan Laksmana. Terlihat brutal, Rahwana adalah sosok yang berseni. Dari pintar memainkan kecapi Veena sampai membuat veena-nya sendiri, hingga mengarang stotram untuk Batara Siwa, "Shiv Tandav"Rahwana memainkan veena. Dengan kekuatan dan pengaruhnya, Rahwana bisa mengendalikan tata surya! Menjelang kelahiran putranya Megananda atau Indrajit, Rahwana memerintahkan posisi planet-planet agar memberinya keabadian. Planet Saturnus atau Shani menolak sehingga membuat Rahwana kesal. Ia kemudian menyerang Shani dan bahkan memenjarakannya! Oleh karena itulah, Indrajit tidak jadi abadi dan bisa mati di tangan LaksmanaLaksmana membunuh Indrajit. Sebagai asura yang paling kuat, Rahwana tahu bahwa mereka dikirim ke bumi untuk melakukan peran tertentu dan bahwa takdirnya adalah untuk mati di tangan seorang awatara Wisnu, sesuatu yang akan membantunya mencapai moksa dan melepaskan wujud asura-nya!Rahwana bermeditasi. Rahwana dianggap sebagai penyembah dewa yang paling khusyuk, sampai menyenangkan Batara Siwa sampai sang Batara menyerahkan berbagai anugerah dan senjata dewa kepada Rahwana!Rahmana bertapa kepada Batara Siwa. Rahwana sebenarnya adalah titel! Nama asli Rahwana adalah Dasanana atau "Sepuluh Kepala". Saat itu, Rahwana ingin memindahkan rumah Batara Siwa di Gunung Kailash ke Alengka. Hanya dengan jari kakinya, Batara Siwa membuat Gunung Kailash menimpa kaki Dashnana! Berteriak kesakitan, konon Dashnana mencabut salah satu kepalanya dan urat sarafnya sendiri untuk menggubah Shiv Tandev dan membuat kecapinya sendiri, Ravana veena. Tersanjung dengan dedikasinya, Siwa memberikan gelar Rahwana, yang berarti "Berteriak Kencang"Rahwana mengangkat Gunung Kailash, rumah Batara Siwa. Baca Juga 15 Dewa dan Dewi Terpopuler dari Mitologi Jepang 12. Kekalahan Rahwana bisa dibilang karena istrinya, Mandodari. Saat melihat ia hampir kalah, Rahwana melakukan upacara Yajna yang mengharuskannya diam dan tidak meninggalkan posisinya. Sri Rama pun mengirim pasukan wanara untuk mengacaukan Rahwana. Saat Mandodari diseret oleh anak Bali, Anggada, Rahwana tetap bergeming! Mandodari pun menghina Rahwana dan mengatakan kalau ia "kalah dari Sri Rama yang rela mati demi istrinya". Akhirnya, Rahwana pun meninggalkan Yajna-nya, dan kalah!Yajna atau persembahan api. Rahwana adalah tabib yang hebat. Ia menuliskan buku pelajaran tentang berbagai pengetahuan medis, dari seni memeriksa nadi Nadi Pariksha hingga meramu obat untuk penyakit parah Arka ShastraMemeriksa nadi. Selain di bidang medis, Rahwana juga adalah cendekiawan yang amat terpelajar dalam hal 4 Weda dan 6 bidang Shastra. Selain berkuasa di bidang astronomi, Rahwana juga memiliki bakat meramal dan membuat ilusi optik yang memenangkan perang untuknya!Sumber Gambar Rahwana bermeditasi selama tahun dan menerima berkah keabadian dari Dewa Brahma, dan hanya bisa mati jika diserang di naabhi pusar. Adik Rahwana, Wibisana, mengetahui hal ini dan memberi tahu Sri Rama tentang kelemahannya pada hari kesepuluh pertempuran!Sri Rama menghadapi Rahwana. Sebagai raja, Rahwana memiliki banyak walimana yang dapat digunakan. Yang paling terkenal adalah kereta wilmana Puspaka yang ia gunakan untuk menculik Sita ke Lanka, dan yang digunakan Sri Rama untuk terbang kembali ke Ayodhya!Rahwana memotong sayap Jatayu sambil memegang Sita. Rahwana memiliki banyak istri dan banyak anak juga. Tidak diketahui berapa, tetapi Rahwana paling menyayangi Mandodari. Tetapi, hal tersebut tidak menghentikan Rahwana untuk menculik Sita!Para istri Rahwana menangisi kematian suaminya. Anugerah keabadian Rahwana membuatnya egois dan menganggap diri paling kuat di antara semua makhluk. Hal ini yang dianggap awal dari kejatuhannya saat menculik Sita dari Sri Rama, awatara Wisnu di menculik Dewi Sita. Secara harafiah, "kelemahan" Rahwana adalah wanita. Karena mau menggoda istrinya, sepupu Rahwana, Nalakuwara, mengutuk Rahwana. Kalau ia berani memegang wanita tanpa izin, kepala Rahwana akan meledak! Mungkin, karena itulah Rahwana tidak berani menyentuh Sita. Toh, akhirnya juga Sita harus tetap terjun ke api "Agni Pariksha" untuk membuktikan "kesuciannya" terhadap Sri Rama!Dewi Sita melakukan Agni Pariksha. Rahwana dan saudaranya, Kumbakarna, sebenarnya adalah jelmaan dari penjaga gerbang Wisnu, Jaya dan Wijaya! Saat empat anak Brahma kumara mau bertamu ke rumah Dewa Wisnu, Waikunta, Jaya dan Wijaya menghina mereka. Marah, para kumara mengutuk Jaya dan Wijaya agar terpisah dari Wisnu! Jaya dan Wijaya pun memohon ampun dan memilih menjalani tiga kali kehidupan sebagai musuh dari Wisnu, daripada tujuh kali kehidupan sebagai kawan Wisnu. Nah, Rahwana dan Kumbakarna adalah jelmaan yang ke-2!Jaya dan Wijaya dikutuk oleh empat Kumara. Kekuatan Rahwana tak tertandingi. Terbukti dalam berbagai kisah bahwa ia bisa menggerakkan lautan dan mengangkat gunung. Bersama Indrajit, Rahwana bahkan melawan Raja Dewa dan Petir Indra, menahan serangan gading wahana gajah Indra, Airawata, dan bahkan cakram Wisnu. Satu-satunya manusia yang bisa mengalahkannya secara fisik adalah Raja Hehaya, Kartawirya Arjuna, dan Raja Wanara, Bali!Rahwana bertempur melawan Sri Rama, Laksmana, dan para wanara. Terkenal sebagai raja raksasa, Rahwana memiliki jabatan penting di tiga alam Bumi, Langit, dan raja para asura. Dengan rahmat dari Dewa Brahma dan Batara Siwa, Rahwana bak tak terkalahkan!Kekuatan Rahwana yang bak tiada batas. beberapa fakta menarik mengenai Raja Raksasa dari Alengka, Prabu Rahwana. Menyandang titel Dasamuka, Rahwana menguasai tiga alam dengan senjata dewa dan berbagai anugerahnya yang dahsyat. Seluruhnya ternyata berasal dari pengabdiannya yang besar pada Batara Siwa dan Dewa menantang dewa hingga mati di tangan awatara Wisnu, Sri Rama, cerita mengenai Rahwana memiliki sudut pandang sendiri. Berbagai cerita membuktikan kalau Rahwana pun memiliki sifat ksatria dan pribadi terpelajar, bukan sekadar jahat! Baca Juga 10 Dewa dan Dewi Aztec yang Paling Dipuja di Zamannya
merupakan negara yang kaya akan budaya. Sebagai sebuah negara kepulauan, kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia menjadi sangat beragam. Salah satu dari sekian banyak karya seni yang ada adalah wayang. Wayang merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia Indonesia karena proses spiritual. Wayang kulit purwa menurut perkembangannya bukan hanya merupakan tontonan semata, namun juga merupakan tuntunan bagi penonton dan penikmatnya. Wayang kulit purwa banyak mengajarkan nilai-nilai luhur yang adiluhung tidak hanya nilai-nilai kejuangan, namun juga nilai-nilai feminis. Emansipasi wanita, sering dinisbatkan menjadi gerakan tuntutan agar kaum perempuan bisa masuk ke bidang-bidang yang diminati sama dengan pria bahkan tak jarang, sampai masuk ke wilayah agama yang sudah jelas dasar dan ketentuannya. Feminisme akhirnya menjadi global theology agama global. Hal seperti ini tentunya memunculkan banyak kekhawatiran yang mendalam dalam masyarakat Indonesia terutama pemuka agama dan tokoh adat sehingga diperlukan suatu reinterpretasi tentang emansipasi dan niai-nilai feminisme yang sesuai dengan latar belakang budaya masyarakat gender yang sering muncul akhir-akhir ini mengakibatkan perempuan semakin tereksploitasi dan diperlakukan tidak adil. Perempuan diwajibkan memainkan tiga peran sekaligus, yaitu peran produktif, mengelola rumah tangga, dan menjalin hubungan dengan masyarakat. Adanya peran perempuan seperti tersebut di atas, peran laki-laki di bidang produksi akan semakin tinggi dan mengakibatkan sifat ingin berkuasanya laki-laki akan semakin besar. Perempuan, dalam kehidupan sehari-hari seolah-olah ditakdirkan untuk menjadi abdi dan pelayan suami dalam segala hal, sedangkan segala keputusan ada di tangan laki-laki. Ketidakberesan dalam urusan rumah tangga pun selalu dilimpahkan kepada kesalahan sang istri. Ketimpangan gender seperti tersebut di atas mengakibatkan pandangan masyarakat terhadap pekerjaan rumah tangga kaum perempuan menjadi rendah dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Sementara perempuan menerima saja apa adanya akan peran gender mereka, dan laki-laki tidak diwajibkan bekerja di bidang domestik. Semua itu telah dilanggengkan berdasarkan budaya yang sudah ada. Anggapan seperti itu telah ada sejak dahulu, dan hal itu membuat setiap perempuan semakin takut untuk mencoba keluar dari peran gender mereka. Perempuan semakin pasrah dan diam kepada keputusan yang dibuat oleh laki-laki. Persoalan-persoalan feminisme khususnya feminisme dalam cerita pergelaran wayang kulit purwa menjadi sesuatu yang dapat dijadikan bahan diskusi. Sebagai salah seorang tokoh wanita dalam pagelaran wayang kulit purwa yang diambil dari seri cerita Ramayana, Dewi Shinta memiliki peranan penting dalam berbagai lakon atau ceritanya selama perjalanan hidupnya, di antaranya Pertama, Dewi Shinta adalah gambaran seorang isteri yang setia terhadap suaminya dalam suka maupun duka. Dikisahkan bahwa Dewi shinta adalah seorang puteri raja yang menjadi anak kesayangan ayahnya, sudah barang tentu Dewi Shinta tumbuh dan besar dalam suasana yang serba mewah dan berkecukupan. Mungkin dapat dikisahkan bahwa selama hidupnya Shinta selalu merasa senang, namun saat suaminya harus meninggalkan istana dan tinggal di hutan karena menjalani masa pembuangan, Dewi Shinta lebih memilih untuk meninggalkan kenikmatan dan kemewahan istana demi untuk mengikuti suaminya hidup sengsara di tengah hutan selama 14 tahun. Kondisi yang dialami Dewi Shinta pada saat itu tentu bukanlah kondisi yang mudah dan bisa dialami oleh setiap perempuan, Karena untuk melakukan hal tersebut diperlukan keteguhan hati dan dengan kesadaran penuh akan menghadapi bahaya dan banyak kesulitan ke depannya dalam mengarungi kehidupan rumah tangga dengan Rama. Kondisi seperti tersebut sudah barang tentu merupakan suatu hal yang patut dijadikan nilai terpuji bagi seorang perempuan. Di saat banyak perempuan yang hanya menuntut fasilitas dan kemewahan, sikap Shinta menunjukkan bahwa sebagai seorang isteri, dirinya akan setia mendampingi suaminya dalam suka maupun duka. Sikap Shinta yang demikian sudah barang tentu tidak dapat dilaksanakan dengan sempurna. Di sisi lain jiwa kewanitaan Shinta yang menginginkan sesuatu yang mewakili nilai keindahan dan kemewahan Kijang Kencana tidak bisa dihindari. Justru dalam hal ini dikisahkan bahwa keinginan Shinta yang berada dalam kapasitas “ego”nya tersebut pada akhirnya membawa mala petaka besar, yaitu perang adalah sosok wanita setia dan tahan terhadap godaan serta berpendirian teguh. Cerita Ramayana mengisahkan bahwa dalam penyekapannya penculikannya yang dilakukan oleh Rahwana, Shinta tergolong sebagai perempuan yang setia dan teguh pada pendiriannya. Meskipun Shinta hidup dalam penyekapan Rahwana selama bertahun-tahun, namun dirinya dapat menjaga kesuciannya dengan ancaman bahwa dirinya akan bunuh diri menggunakan cundrik-nya jika Rahwana memaksakan kehendaknya. Dalam kondisi di dalam penyekapan itulah Shinta mendapatkan kesadaran bahwa keinginannya untuk mendapatkan Kijang Kencana membuahkan malapetaka bagi semua orang di Alengka. Kemudian Shinta bertekat untuk akan terus menjalani perjalanan hidupnya dengan penuh keikhlasan untuk menebus dosanya. Kesadaran Dewi Sinta membuka selubung hijab, aku ini siapa? Untuk apa aku di dunia? Apakah ada rencana besar Hyang Widhi untuk melenyapkan keangkaramurkaan, atau untuk melenyapkan etnis raksasa, perpaduan antara manusia dan binatang? Dia telah mendapat peran yang harus dijalankannya dengan baik. Dewi Sinta sadar dirinya terlibat kepada Hukum Sebab-Akibat, dan dia akan menjalaninya dengan penuh kesadaran. Kemudian Dewi Sinta memahami adanya Hukum Evolusi, termasuk evolusi dalam kesadaran. Keputusannya sudah bulat semua akan dilakoninya dengan penuh kesadaran. Shinta adalah sosok wanita yang religious. Ramayana menceritakan bahwa dalam keadaan no-mind, Shinta pasrah kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Ketika Rahwana beserta balatentaranya berhasil dihancurkan pasukan Sri Rama. Dan, ketika Sri Rama tidak mau menjajah negara Alengka dengan menyerahkan tampuk pimpinan kerajaan Alengka kepada Wibisana adik Rahwana, Dewi Shinta semakin bersyukur kepada Tuhan dikarenakan dirinya dikaruniai suami yang bijaksana. Kebahagiaan bersatu kembali dengan Sri Rama pun dijalani dengan penuh kesadaran. . Bahkan ketika Sri Rama mengikuti pendapat penduduk negaranya untuk tes uji kesucian bagi dirinya, Dewi Shinta menerima dengan penuh kesadaran. Shinta berpandangan bahwa dirinya telah melakukan banyak hal yang buruk yang pada akhirnya menyebabkan kesengsaraan banyak makhluk hidup di muka bumi. Maka apabila Hyang Widhi pada akhirnya akan mengambilnya dalam api upacara yang membakar dirinya hidup hidup, dirinyapun akan menerima dengan tegar dan pasrah. Hingga pada akhirnya seluruh negeri terkesima dengan selamatnya Dewi Sinta dari amukan api. Seluruh negeri menerima kembali Dewi Sinta sebagai permaisuri dari Sri Rama. Seseorang yang menyadari hakikat kehidupan, bahwa hidup di dunia ini terikat dengan hukum alam maka dia akan dapat menerima kejadian apa pun yang menimpanya. Perjuangan meningkatkan kesadaran tak pernah berhenti. Karena hidup di alam dan bahan bakunya dari alam, maka seseorang memang tidak bisa melepaskan diri dari alam. Tetapi alam akan membantu seseorang yang serius mendarmabaktikan dirinya bagi alam. Keempat, Dewi Sinta mengasingkan diri demi keutuhan kerajaan Ayodya. Perjalanan kehidupan seseorang mempunyai alur-alur baru yang sering diluar nalarnya. Setelah mengalami kebahagiaan Bersama Sri Rama menjadi permaisuri di kerajaan Ayodya, dia masih saja mendengar banyaknya suara-suara penduduk yang tetap menyangsikan kesuciannya walau dia sudah selamat dibakar di atas api. Sri Rama adalah raja besar yang bijaksana, dan juga seorang suami yang baik. Tetapi sebagai seorang raja, Sri Rama sudah seharusnya lebih mementingkan kepentingan negara daripada kepentingan pribadi. Dewi Sinta adalah seorang istri yang luar biasa baiknya, tetapi dia lebih mementingkan negara dari pada kepentingan pribadinya. Demi negara, demi suami tercinta, pada malam hari dia menyelinap ke luar istana pergi jauh meninggalkan istana. Setelah itu dia seakan lenyap ditelan rimba. Hanya berbekal keyakinan kepada Hyang Widhi, dia merelakan segala-galanya.
cerita ramayana dan dewi sinta